Study tentang perparkiran – Belajar dari Osaka
Parkir memang masih merupakan kendala di Osaka terutama karena keterbatasan lahan ( sama dengan Jakarta ). Untuk itu, pemerintah berusaha mencari jalan keluar, dengan pengaturan sistim perparkiran yg lebih efisien dan efektif, baik menyangkut lahan maupun jumlah kendaraan yg boleh menggunakannya.


Perparkiran di Osaka seperti ini, tidak ada ‘ramp’ tetapi memakai ‘lift’ untuk mengangkat mobil ke lantai 2 dan seterusnya. Sehingga menghemat lahan parkir ( sebuah ‘ramp’ standard mobil sekitar 5 derajat. Bayangkan berapa panjang yg terbuang untuk membuat gedung parkir? ).


Ini konsep perparkiran di pemukiman kota, perumahan dan ‘townhouse’. Beberapa tempat, ‘gedung parkir’ ini bisa dibongkar pasang, tergantung lahan.



